Politik dan Pemerintahan Sosok Helmi, Gubernur Selanjutnya Sesuai Amanah Presiden Soeharto

Sosok Helmi, Gubernur Selanjutnya Sesuai Amanah Presiden Soeharto



MediaKt.Com – Sosok Helmi Hasan yang akrab disapa Bapak Religius menjadi sosok yang di amanahkan oleh Presiden Soeharto kepada Gubernur Soeprapto dahulu.

Figur Helmi Hasan ini sesuai dengan amanah yang disampaikan oleh Presiden Soeharto melalui prasasti di Masjid Akbar At-Taqwa yang ia tulis ketika melakukan peresmian Masjid Akbar At-Taqwa pada 1 Juli 1989.

Presiden Soeharto membangun Masjid Akbar At-Taqwa dalam memenuhi permintaan umat islam yang ada di Bengkulu melalui pesan yang disampaikan oleh Gubernur Soeprapto.

Foto Prasasti yang berada di dinding Masjid Akbar At-Taqwa

Dalam prasasti yang berjudul “Pesan khusus bapak Soeharto Presiden Republik Indonesia kepada rakyat Bengkulu”


“Pesan khusus bapak Soeharto Presiden Republik Indonesia kepada rakyat Bengkulu”

“Pembangunan Masjid Akbar di Bengkulu menunjukkan betapa masyarakat Bengkulu hidup dengan secara sungguh-sungguh berusaha membangun kehidupan agama sebagai usaha pembangunan bangsa secara keseluruhan. Karena itu saya minta agar Masjid Akbar Bengkulu dipelihara dan dimanfaatkan sebaik-baiknya serta dijaga kebersihan dan keindahannya, makmurkanlah Masjid Akbar itu dengan berbagai kegiatan kemasyarakatan dan pembangunan. Untuk itu saya minta masjid ini dikelola dengan penuh kesungguhan bukan hanya dalam jama’ah.
Memenuhi permintaan umat islam di daerah ini yang disampaikan kepada saya oleh Gubernur Soeprapto. Maka Masjid Akbar yang telah dibangun di Kota Bengkulu saya beri nama At-Taqwa. Mudah-mudahan ketaqwaan kepada Allah SWT akan merupakan kekuatan yang tidak pernah surut dalam perjuangan besar melanjutkan pembangunan demi kemuliaan martabat kita semua
Mukomuko 1 Juli 1989”


Sebagaimana visi misi Helmi Hasan memakmurkan masjid-masjid yang ada di Bengkulu dan mewujudkan Bengkulu Religius, Maka Helmi Hasan telah menjalankan amanah Presiden Soeharto untuk mengemban amanah sebagai penerus Gubernur Soeprapto dahulu. [ ]

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *