Kriminal Pembunuh Kejam Mahasiswi UNIB Tutup Usia

Pembunuh Kejam Mahasiswi UNIB Tutup Usia


Pembunuh Wina yaitu Pardi alias pa akhirnya dinyatakan tutup usia pada Sabtu malam sekira pukul 21.15 WIB di RS Bhayangkara (Foto: ist/Rb)

MediaKT.COM, Bengkulu — Peristiwa yang mencekam di Kota Bengkulu yang lalu masih terekam dalam ingatan kita, Pardi seorang penjaga kos-kosan membunuh secara tidak manusiawi mahasisiwi Universitas Bengkulu (Unib) beberapa waktu silam telah tutup usia.

Diketahui Pardi tersangka utama kasus dugaan pembunuhan Wina Mardiani mahasiswi Unib meninggal di RS. Bhayangkara Kota Bengkulu, Sabtu (21/12) sekira pukul 21.40 WIB.

Pardi yang diduga kuat tersangka pembunuhan ini akhirnya tutup usia setelah melakukam percobaan bunuh diri saat ditangkap oleh polisi kemarin. Sebelum dinyatakan meninggal dunia, kondisinya sempat kritis karena luka tusukan di perut nya.

Kapolres Bengkulu AKBP Pahala Simanjuntak S.IK mengatakan tersangka mencoba bunuh diri di rumah saudaranya di Lintang Kanan Kabupaten Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan.

“Tersangka mengalami luka tusuk di bagian perut sebelah kiri karena sebelumnya tersangka mencoba bunuh diri dengan cara menusuk perutnya menggunakan pisau. Tersangka juga mengalami luka di leher bekas jeratan karena sebelum menusuk perutnya sendiri sempat akan gantung diri,” jelas nya

“Selama pelariannya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Bengkulu tersangka berada di hutan dan tidak pernah kembali ke tempat keluarganya dan baru dirumah saudaranya,” sambungnya

Pahala Simanjuntak sebelumnya mengungkapkan kandasnya pelarian tersangka tersebut berawal pada Rabu 18 Desember 2019 sekira pukul 19.00 WIB, Polres Bengkulu mendapatkan informasi dari Polsek Lintang Kanan dan Polres Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bahwa DPO Polres Bengkulu inisial PA berada di sekitaran Empat Lawang.

Dari informasi yang terangkum sebenarnya pihak keluarga tersangka telah menyampaikan kepada Kapolsek Lintang Kanan bahwa tersangka ada niat untuk menyerahkan diri dengan jaminan Kapolsek Lintang Kanan menjamin keselamatan tersangka.

Namun tidak berapa lama, Kapolsek Lintang Kanan mendapatkan informasi dari pihak keluarganya bahwa tersangka melakukan percobaan bunuh diri dengan cara mengikat atau menggantung lehernya dan melukai perutnya sendiri dengan pisau di kediaman saudara tersangka.

Karena kondisinya kritis, tersangka kemudian dibawa ke Puskesmas setempat, karena sarana dan prasarana di Puskesmas kurang memadai kemudian tersangka dibawa ke Rumah Sakit Bukit Tinggi Empat Lawang dan karena di Rumah Sakit tersebut juga kurang sarana prasarana tersangka kemudian di rujuk ke Lubuk Linggau.

Setelah itu anggota Polres sejak semalam sudah berada di Lubuk Linggau untuk memastikan kondisi tersangka. Setelah dokter memastikan kondisi tersangka bisa di bawa kemudian tersangka dibawa ke Bengkulu di rawat di RS Bhayangkara dan akhirnya meninggal sekira pukul 21.15 sabtu malam (21/12). (hr)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *