KT NEWS “Jembatan Suro Bali” Kepahiang Belum Dibangun

“Jembatan Suro Bali” Kepahiang Belum Dibangun



MediaKT.Com,Kepahiang – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah klaim sudah melakukan pembangunan Jembatan Suro Bali Kabupaten Kepahiang. Hal ini disampaikan Rohidin Mersyah pada salah satu Surat Kabar Harian di Bengkulu pada Rabu (5/2/2020) dengan judul “Rohidin Bangun Kekuatan Akses dan Konektivitas Bengkulu”. Dimana, pada Salah satu point menyebutkan Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Kepahiang, Pemrov Bengkulu selama 3 tahun terakhir (2017-2019) menggelontorkan dana hampir 174 miliar Rupiah.

Pernyataan Rohidin Mersyah tersebut ditanggapi langsung Anggota Serikat Peduli Raflesia Hernandes Adi Putra yang juga merupakan warga dekat jembatan Suro Bali. Menurutnya, apa yang dikatakan Gubernur Bengkulu pada berita surat kabar itu diduga pembohongan publik. Pasalnya, hingga saat ini jembatan Suro Bali belum tersentuh pembangunan.

“Kami menyadari ada sebuah kekeliruan informasi ketika kami membaca koran radar yang di cetak pada tanggal 5 Februari dan dibagikan kepada masyarakat. Dengan narasi yang jelas diinformasikan bahwa Kabupaten Kepahiang telah di lontarkan dana hampir 174 milyar untuk pembangunan beberapa akses jalan dan jembatan tetapi pada nyatanya jembatan Suro Bali belum tersentuh pembangunan dari tahun 2017 hingga sekarang,” ungkap Hernandes yang mengaku kecewe atas kurang perhatiannya Pemerintah.

“Pembangunan jembatan tersebut hanya dibangun oleh masyarakat sekitar, dengan inisiatif warga desa setempat, mereka bergotong royong memperbaiki jembatan dengan material seadanya karena telah rusak parah,” tambah Hernandes.

Atas pernyataan Gubernur tersebut, Hernandes bersama Serikat Peduli Raflesia menuntut keadilan bahwa berita yang disebarkan melalui media cetak tersebut tidak sesuai dengan fakta keadaan jembatan Suro Bali tersebut. “Dengan ini kami minta Pak Gubernur Bengkulu Klarifikasi atas hal yang tidak ada fakta pembangunannya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa pembohongan publik ini tidak boleh terjadi, karena jika pembangunan itu tidak dibangun maka kemana dana itu di alokasikan. Jika dana itu memang akan di pergunakan untuk pembangunan jembatan maka sudah seharusnya jembatan itu sudah dibangun dan tidak seperti sekarang.

“Saya selaku warga sekitar sana juga pernah mengalami hal pahit, ibu saya pernah jatuh di jembatan tersebut karena banyak nya jalan berlubang di jembatan tersebut, dan sekarang Pemerintah Provinsi tanpa ada pembangunan yang nyata,” sambungnya. (Gasss).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *