Kriminal,KT NEWS Dua Pengantin Diduga Disiram Air Keras

Dua Pengantin Diduga Disiram Air Keras



MediaKT.COM – Dua calon pasangan pengantin Chandra Oktaviansyah (28) dan Widiarti Afriza (25) terpaksa menunda pernikahan mereka karena mengalami tindak kekerasan tidak bertanggung jawab yang belum diketahui siapa pelakunya. Rabu (6/2/2020), Kota Bengkulu

Diketahui warga Jalan Museum IX Kelurahan Tanah Patah ini terpaksa mengundur pernikahan mereka tanggal 20 Februari ini. Pasalnya, pasangan kekasih ini menjadi korban tindak kekerasan.

Pasangan yang akan menikah ini mengalami luka bakar cukup serius di bagian muka akibat disiram menggunakan cuka para oleh orang tak dikenal.

Aksi kekerasan ini terjadi saat calon pengantin ini melintas di simpang Jalan Cimanuk 4 Kelurahan Jalan Gedang, Rabu (5/2) sekira pukul 04.30 WIB.

Dari informasi yang terangkum hingga tadi malam korban masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Muhammad Yunus (RSMY) Bengkulu.

Dari kondisi yang diketahui Chandra maupun Widiarti terancam buta karena kedua mata masing-masing korban masih belum bisa terbuka, diduga akibat terkena air keras pada wajah mereka. Sedangkan pelaku sejauh ini masih dalam penyelidikan Polda Bengkulu.

Menurut informasi yang diceritakan bibi Chandra, Lina (40). Penyiraman cuka para atau air keras terhadap keponakannya ini bermula Chandra ditelepon oleh temannya, seorang pria berinisial Rh.

“Rh meminta agar korban menemuinya di depan Taman Budaya Bengkulu. Lalu korban pun pergi, mengajak tunangan menemui Rh. Namun saat berada di depan Taman Budaya, Rh menelepon lagi, meminta agar korban menemuinya di Simpang Jalan Cimanuk,” sambungnya.

Lina menjelaskan, saat mereka melintas di Simpang Jalan Cimanuk, ponakan saya disiram oleh seseorang dengan air keras. Dia tidak tahu pasti siapa pria bermotor itu karena pelaku menggunakan helm tertutup,’’ jelas Lina.

Penuturan korban kepada Lina, sesaat sebelum terjadi penyiraman tersebut ada seseorang yang menggunakan sepeda motor Yamaha Mio melaju dengan kecepatan sedang. Tiba di dekat korban, langsung melemparkan bungkusan plastik  ke arah muka korban dan tunangannya. Bungkusan itu berisi cairan, seketika pecah membasahi muka kedua korban yang tak mengenakan helm. Setelah melemparkan bungkusan, pria bermotor tersebut langsung tancap gas meninggalkan kedua korban yang menjerit sakit karena rasa perih dan panas pada bagian muka dan leher.

‘’Sambil menahan rasa sakit, keponakan saya dan tunangannya, mengendarai motornya bisa sampai ke rumah saya ini. Sampai di teras dia berteriak minta tolong. Kami keluar mendapati keduanya mengalami luka bakar, seketika melarikannya ke RSMY Bengkulu,” kata Lina.

Lina mengharapkan Polda Bengkulu dapat mengungkap pelaku penyiraman air keras ini. Karena akibat perbuatan tersebut ke ponakannya mengalami luka bakar hebat di bagian wajah. Hingga saat inibelum bisa membuka mata.’’Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatan tersebut karena telah mengakibatkan keponakan saya dan tunangannya mengalami luka bakar di wajah,’’ demikian Lina.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol. Sudarno, S.Sos, MH mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pelacakan pelaku. ‘’Anggota sedang  melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku sesuai dengan laporan yang dibuat oleh keluarga korban,’’ sampai Sudarno. [ ]

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *