KT NEWS DPRD Minta Pemprov Alihkan Anggaran 500 Miliar Untuk Penanganan COVID-19

DPRD Minta Pemprov Alihkan Anggaran 500 Miliar Untuk Penanganan COVID-19



MediaKt.Com, Bengkulu – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler mengusulkan pengalihan anggaran sebesar Rp500 Miliar kepada Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah dalam rangka penanganan Corona Virus atau sering kita kenal (Covid-19).

Hal ini ia sampaikan mengingat Provinsi Bengkulu saat ini tidak lagi salah satu daerah Zona Hijau dari Covid-19, dan itupun sudah disampaikan secara langsung saat Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah melangsungkan konferensi pers pada Selasa pagi (31/03/2020).

Dengan demikian, sambung Dempo, pihaknya mengusulkan kepada Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah supaya sesegera mungkin melakukan penganggaran dalam antisipasi Covid-19 di setiap daerah yang ada di Provinsi Bengkulu.

“Sebagai anggota legislatif Partai Amanat Nasional daerah pemilihan dari Kota Bengkulu, saya (Dempo, red) mengusulkan kepada Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah untuk merelokasikan Anggaran Dana dalam memerangi Covid-19 ini sebesar 500 miliar dari APBD Provinsi Bengkulu,” jelas Dempo Xler pada Rabu (1/04/2020).

“Provinsi Bengkulu pasti mampu menganggarkan 500 miliar untuk memerangi Covid-19 ini, dan nanti dibagikan kepada setiap kepala daerah masing-masing yang ada di Provinsi Bengkulu,” ucapnya.

Dempo menambahkan, dana Rp500 miliar tersebut bisa didapatkan melalui peralihan anggaran yang menurutnya untuk saat belum penting.

“Seperti Pemangkasan Dana Hibah Pilkada, batalkan pembelian kendaraan Dinas, pangkas uang perjalanan dinas, batalkan pembangunan fisik yang tidak urgent seperti pembangunan rehab lapangan tenis indor, rehab balai semarak, hal itu belum penting” menurutnya.

Dengan anggaran sebesar Rp500 miliar tersebut nantinya diserahkan semuanya kepada pemerintah daerah kabupaten atau kota dibagi rata masing masing 50 M dalam mengatasi covid-19.

“500 miliar itu nantinya dibagi rata di setiap daerah, dalam penanggulangan bencana Covid-19. Dana tersebut Gubernur hibahkan saja kepada bupati atau walikota biar bupati atau walikota belanja langsung setiap keperluan penangulanhan bencana Covid -19, Diantaranya pembelanjaan seperti Masker, alat rapid test, disinfektan serta Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis di seluruh RS, puskesmas, posyandu, pelayanan publik lainnya, dan persiapan sembako untuk masyarkat terdampak selama masa bencana covid-19 minimal tiga bulan kedepan,” tutup Dempo (P)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *